Latest Entries »


Group A-Chiba, JENESYS 2.0

By. Muhammad Nida’ Fadlan and Dadi Darmadi

Local culture is undoubtedly a very important aspect to every nation. Having an awareness of local culture, especially among the youth, plays a great role in shaping a society and a state. For one to have an appreciation of another country’s culture, however, can be an important starting point in breaking down barriers of misperceptions or misunderstandings, and in helping to build global relationships. In support of this idea, the Japanese Embassy in Jakarta this year offered a special program called the Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youth (JENESYS) to strengthen the awareness of Japanese local culture among Muslim youth in Indonesia. In early 2014, the Japanese government, working in cooperation with PPIM (Center for the Study of Islam and Society) at UIN Syarif Hidayatullah in Jakarta, invited a number of university students to visit Japan. View full article »


2014-02-25 09.45.56

Tiket Masuk Museum Edo-Tokyo

Oleh. Muhammad Nida’ Fadlan[*]

Bagi setiap orang, istilah ‘budaya’ bukan merupakan kosakata yang asing untuk dipahami. Definisi budaya sangat erat kaitannya dengan perkembangan manusia itu sendiri baik dalam kaitannya sebagai individu maupun sebagai perannya dalam sebuah komunitas. Pengertian ini memberikan alasan bahwa manusia merupakan faktor penting dalam konteks penelitian ilmu budaya. Lima data yang disebutkan oleh E.K.M. Masinambow —yakni artefak, perilaku kinetis, perilaku verbal, tuturan, dan teks— merupakan elemen penting yang diproduksi oleh manusia dalam menentukan derajat budayanya.

Derajat, merupakan luaran yang dihasilkan dari sebuah kegiatan budaya. Kata ‘derajat’ memberikan daya tawar bagi seseorang yang mampu menunjukkan potensi budayanya di hadapan manusia lainnya. Dalam konteks sebuah komunitas, kumpulan manusia tertentu yang terbingkai dalam kata ‘masyarakat’ yang mampu menunjukkan potensi positif akan memberikan kesan kolektif yang positif pula bagi masyarakat lainnya. Lebih luas lagi, masyarakat yang terhimpun dalam dalam kata ‘bangsa’ akan memberikan derajat lebih bagi bangsa lainnya yang terlembagakan dalam kata ‘negara’. View full article »


Katalog Naskah Dayah Tanoh Abee, Aceh Besar

Katalog Naskah Dayah Tanoh Abee, Aceh Besar

Naskah merupakan alat rekam berbagai aktifitas pemiliknya, begitulah fungsi naskah yang disampaikan Oman Fathurahman dalam pengantar penyusunan Katalog Naskah Dayah Tanoh Abee Aceh Besar. Pada masanya, keberadaan naskah sangat dibutuhkan karena dianggap sebagai alat yang paling efisien dan tahan lama. Sehingga, sebagai salah satu artefak hasil kegiatan manusia, naskah menyimpan banyak potensi yang mampu mengungkapkan nilai-nilai sejarah yang dimiliki oleh penulis, pemilik, maupun daerah tempat ditulisnya naskah tersebut. View full article »


Penjaga Memori: Gardu di Perkotaan Jawa (Kusno: 2007)

Oleh. Muhammad Nida’ Fadlan

Membaca keberadaan bangunan yang menjadi memori kolektif serta rekam jejak kekuasaan sebuah bangsa memiliki ketekunan tersendiri. Diperlukan upaya-upaya kritis untuk mendapatkan kembali fakta-fakta sejarah yang telah dilupakan keberadaannya ini. Hal ini bertambah rumit ketika simbol-simbol ini menjadi minoritas, keberadaannya semakin terlupakan digerus oleh perkembangan dinamika kehidupan mayoritas padahal berdasarkan rekam jejak yang dimilikinya telah memiliki andil besar dalam menjadi saksi perubahan kolektif.

Sebagai salah satu bangunan yang telah terlupakan adalah keberadaan gardu di tengah perkotaan. Keberadaan gardu ini secara lugas dan utuh disampaikan kembali oleh Abidin Kusno, seorang arsitek yang giat menulis tentang sejarah politik arsitektur, melalui bukunya yang berjudul Penjaga Memori: Gardu di Perkotaan Jawa.

Abidin memaparkan sejarah dan peran keberadaan gardu dalam mengawal simbol-simbol kekuasaan di perkotaan Jawa. Abidin menghadirkan metamorfosis peranan simbolik gardu sehingga membawa kita seolah kembali pada masa-masa keemasan gardu yang saat ini telah dilupakan peranan historisnya.  View full article »


Naskah Klasik sebagai Manifestasi Kebudayaan (Foto: Republika)

Naskah Klasik sebagai Manifestasi Kebudayaan (Foto: Republika)

Oleh. Muhammad Nida’ Fadlan[1]

Sebagai seorang akademisi yang sangat memperhatikan aspek-aspek pengajaran dan pengembangan kebudayaan, E.K.M. Masinambow merupakan panutan bagi setiap orang yang ingin mengkaji ragam perkembangan ilmu pengetahuan budaya. Tulisan ini akan memberikan pemahaman terkait beberapa pemikiran Masinambow yang tertulis dalam artikel populernya yang berjudul Teori Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Budaya. Artikel tersebut merupakan pedoman bagi para akademisi maupun praktisi budaya untuk menjawab berbagai polemik atas realitas perkembangan budaya di masa kini. View full article »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,497 other followers