Oleh. Muhammad Nida’ Fadlan

Orientasi aktifitas HMI yang merupakan penjabaran dari tujuan organisasi menganjurkan terjadinya proses adaptasi pada jamannya. (Memori penjelasan asas HMI)

Kata-kata tersebut mungkin menjadi dasar daripada orientasi kader HMI saat ini, walaupun saya sendiri tidak merasa yakin setiap kader HMI mengetahui bahkan mengapresiasikan memori asas perjuangan HMI itu. Namun setidaknya itu telah menjadi naluri setiap orang dalam menyesuaikan diri terhadap sekitarnya.

Periodisasi sejarah perjuangan HMI yang berakhir pada titik nadir kekesalan Cak Nur yang mengungkapkan pembubaran HMI semakin memantapkan posisi HMI saat ini. Program kesadaran kader untuk menegakkan HMI melalui jalur kultural dan kembali kepada misi awal memasyarakatkan kualitas insan cita terasa semakin naif.

Kita terlalu berharap kepada HMI yang telah memberikan sesuatu yang spesial kepada para senior kita. Hal ini yang menyebabkan kita tidak dapat menjadi diri kita sendiri tetapi ketergantungan terhadap HMI agar kita dapat sukses dengan embel-embel HMI kita.

Kita berusaha untuk masuk ke dunia HMI, namun tidak ada usaha kita untuk menjadikan HMI sebagai naluri kita. Berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh Ahmad Wahib bahwa dalam liku-likunya himpunan ini, kita masuk ke dalamnya, dia masuk dalam diri kita.

HMI diibaratkan sebagai cermin. Apabila kita menembakkan cahaya kepada cermin itu, maka cermin itu akan mengembalikan cahaya yang kita tembakkan itu dengan intensitas kekuatan yang lebih besar. Ini berarti bahwa HMI hanya sebagai objek dan tujuan kita dimana tergantung kita yang akan membawa objek itu kemana. Apabila kita memberikan aksi yang baik atau buruk kepada HMI, maka yakinlah HMI akan memberikan reaksi yang lebih besar daripada yang kita berikan.

HMI perlu dibina oleh kader-kadernya dalam keadaan apapun. Inilah yang menjadi alasan bahwa dalam mission HMI memakai kata “terbinanya” bukan “membina”. HMI akan selalu ada walaupun kita berusaha menafikan hal itu. Dalam keimanan, keislaman, bahkan kecabulan kita akan selalu ada HMI. Walaupun kita berusaha melepaskan HMI, yakinlah HMI tidak akan melepaskan kita. Yakin Usaha Sampai