Filologi dan Islam Indonesia

Filologi dan Islam Indonesia
Penyusun: Oman Fathurahman dkk.
Penyunting: Muchlis dkk.
Penerbit: Jakarta: Puslitbang Lektur Keagamaan, Badan Litbang dan Diklat
Kementerian Agama RI, 2010.
Tebal: xii+284 hlm.
—————————-
Buku yang baru terbit akhir Desember 2010 lalu ini cukup melegakan, setidaknya bagi mahasiswa yang berminat mengkaji naskah-naskah Nusantara. Dibanding dengan bidang ilmu sosial lain, penulisan buku-buku tentang teori dan metode penelitian filologi di Indonesia tergolong sangat jauh tertinggal, meski bukan tidak ada sama sekali. Padahal, filologi adalah salah satu cabang ilmu yang paling dibutuhkan untuk mengkaji khazanah naskah Nusantara yang jumlahnya termasuk kategori salah satu terbanyak di dunia.

Sejauh ini, publikasi yang berkaitan dengan dunia pernaskahan Nusantara lebih banyak berupa katalog naskah atau hasil penelitian atas sebuah naskah. Adapun buku yang meramu dan mensistematisasi teori dan metode penelitiannya sendiri cenderung ‘jalan di tempat’.

Dalam konteks kajian khazanah keagamaan Islam khususnya, kajian atas naskah-naskah Nusantara tersebut terbukti sangat berguna untuk merekonstruksi sejarah, pemikiran, serta tradisi intelektual Islam Nusantara masa lalu. Karenanya, buku yang dapat menjadi rujukan praktik penelitian naskah-naskah Nusantara tersebut sudah seyogyanya tersedia, apalagi geliat untuk melakukan penelitian naskah-naskah keagamaan Nusantara semakin hari semakin berkembang.Buku ini awalnya dimaksudkan sebagai bahan bacaan bagi mahasiswa filologi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, baik di tingkat sarjana, terutama pascasarjana, yang mulai tahun 2009 lalu mendapat dukungan beasiswa dari Puslitbang Lektur Keagamaan, Balitbang dan Diklat, Kementerian Agama RI.

Akan tetapi, secara umum, buku ini tampaknya dapat dimanfaatkan oleh siapapun yang berminat melakukan kajian pernaskahan, baik naskah keagamaan, naskah sastra, maupun lainnya, karena pembahasan teori dan metode penelitian filologi di dalamnya bersifat umum.

Buku ini terdiri dari empat bagian: pertama, tentang Teori dan Metode Penelitian Filologi; kedua, tentang Kodikologi dan Paleografi; ketiga, tentang Filologi dan Kajian Islam Indonesia; dan keempat, Artikel-artikel pilihan. Tiga bagian pertama ditulis sendiri oleh Oman Fathurahman, sedangkan bagian keempat terdiri dari, berturut-turut, artikel Henri Chambert-Loir tentang “Kolofon Melayu”, Ali Akbar tentang “Khazanah Mushaf Kuno Nusantara”, Tedi Permadi tentang “Asal Usul Pemanfaatan dan Karakteristik Daluang”, Pramono tentang “Direktori Penelitian Naskah di Minangkabau”, dan Muchlis tentang “Konservasi Naskah Klasik dan Khazanah Budaya Keagamaan Indonesia”.

Semoga buku, yang BELUM SEMPURNA, ini akan menjadi investasi jangka panjang, dan akan selalu bermanfaat sepanjang waktu bagi mereka yang berminat menggali berbagai kearifan lokal dalam naskah-naskah Nusantara dalam rangka memelihara warisan kebudayaan nasional, termasuk di dalamnya warisan tertulis para ulama masa lalu kita. Buku ini hanyalah sebagai ‘pemandu’ awal belaka bagi para pengkaji naskah, karena kesempurnaan kajian naskah yang sesungguhnya adalah dengan sering mempraktikkan dan membuat sebuah edisi naskah. Tidak tertutup kemungkinan bahwa apa yang tertulis dalam buku ini harus diubah atau setidaknya disempurnakan, manakala seorang sudah melakukan kritik teks atas sejumlah naskah. Wallahu a’lam bissawab.