Cerita Azra; Biografi Cendikiawan Muslim Azyumardi Azra

Judul: Cerita Azra; Biografi Cendekiawan Muslim Azyumardi Azra

Penulis: Andina Dwifatma
Editor: Adhika Prasetya K
Penerbit: Erlangga, 2011
Halaman: 248
———

Cerita Azra adalah buku biografi tentang cendikiawan Muslim Azyumardi Azra yang kiprahnya berkibar baik di dunia pendidikan, maupun dunia pemikiran. Azyumardi Azra adalah Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Namanya mulai dikenal sebagai Cendikiawan Muslim dan pengamat Timur Tengah semenjak pemikiran-pemikirannya dilempar ke ruang publik dan disambut dengan respon yang bervariasi. Namanya semakin dikenal luas terlebih ketika ia dipercaya oleh mantan Wapres Jusuf Kalla untuk menjadi Deputi Sekretaris Wakil Presiden (Seswapres) Bidang Kesra selama dua tahun.

Direktur Program Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah ini adalah orang Indonesia pertama yang meraih gelar Commander of the British Empire (CBE) dari Ratu Inggris. Ia berhak dipanggil “Sir” dan memiliki hak-hak khusus lainnya. Pesepakbola David Beckham dan beberapa orang populer lainnya di Inggris memiliki pangkat di bawah dirinya. Satu lagi yang ia banggakan, di dalam dunia penerbangan ia merupakan Frequent Flyer tertinggi salah satu maskapai penerbangan terbaik di dunia: Singapore Airlines (SQ), sejak tahun 2005.

Sederhana, humble, dan apa adanya, begitulah sosok yang ingin ditampilkan buku ini dalam mendedah kehidupan sosok Azyumardi Azra. Dengan apik penulis (Andina Dwifatma) memaparkan riwayat perjalanan hidup dan pendidikan Azyumardi Azra. Pola yang mengalir dan seperti membaca sebuah features ini penulis suguhkan kepada pembaca demi menghindari “kekeringan” dalam sebuah karya buku biografi.

Walaupun terkesan santai, namun buku ini memiliki isi dan bobot yang tidak biasa. Dalam aliran plot yang ia ciptakan, tak lupa penulis juga menyisipkan pemikiran-pemikiran cemerlang dan cerita-cerita lucu menggelitik dari sosok Azyumardi Azra yang justru banyak tidak diketahui masyarakat banyak.

Tidak banyak memang yang dapat disuguhkan buku kepada pembaca perihal seluk-beluk perjalanan hidup dan pemikiran seorang Azyumardi Azra, mengingat sebuah buku hanyalah media yang penuh batas yang tidak dapat dipaksakan untuk mengungkapkan seluruh perjalanan hidup seseorang terlebih mengurai perjalanan hidup sosok “tokoh besar” seperti Azyumardi Azra. Namun paling tidak buku ini cukup representatif untuk menggiring kita untuk mengenal lebih dekat sosok Azyumardi Azra dari dudut pandang yang berbeda.

Sumber