Penjaga Memori: Gardu di Perkotaan Jawa (Kusno: 2007)

Oleh. Muhammad Nida’ Fadlan

Membaca keberadaan bangunan yang menjadi memori kolektif serta rekam jejak kekuasaan sebuah bangsa memiliki ketekunan tersendiri. Diperlukan upaya-upaya kritis untuk mendapatkan kembali fakta-fakta sejarah yang telah dilupakan keberadaannya ini. Hal ini bertambah rumit ketika simbol-simbol ini menjadi minoritas, keberadaannya semakin terlupakan digerus oleh perkembangan dinamika kehidupan mayoritas padahal berdasarkan rekam jejak yang dimilikinya telah memiliki andil besar dalam menjadi saksi perubahan kolektif.

Sebagai salah satu bangunan yang telah terlupakan adalah keberadaan gardu di tengah perkotaan. Keberadaan gardu ini secara lugas dan utuh disampaikan kembali oleh Abidin Kusno, seorang arsitek yang giat menulis tentang sejarah politik arsitektur, melalui bukunya yang berjudul Penjaga Memori: Gardu di Perkotaan Jawa.

Abidin memaparkan sejarah dan peran keberadaan gardu dalam mengawal simbol-simbol kekuasaan di perkotaan Jawa. Abidin menghadirkan metamorfosis peranan simbolik gardu sehingga membawa kita seolah kembali pada masa-masa keemasan gardu yang saat ini telah dilupakan peranan historisnya.  Continue reading