Tag Archive: linguistik



Manuskrip dan Kitab

Oleh. Dr. Oman Fathurahman[*]

“…It is works such as these that the Muslim elite wrote for themselves and each other. It is from a study of such works in their regional settings that a clearer and perhaps more worthy understanding of Islam in Southeast Asia may be won…” (Johns 1976: 55).

Mempertimbangkan perkembangan kajian-kajian Islam Nusantara, hingga kini ada bidang kajian yang sesungguhnya potensial dan menarik tetapi belum mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi kajian Islam (Islamic studies). Bidang tersebut adalah kajian Islam yang berbasiskan pada manuskrip-manuskrip Islam Nusantara. Continue reading


Oleh. Dad Murniah

1. Pendahuluan

Nasionalisme adalah an awareness of membership in a nation together with a desire to achieve, maintain, and perpetuate the identity, prosperity, and power of the natio.(Suatu kesadaran sebagai bangsa yang disertai oleh hasrat untuk memelihara, melestarikan dan mengajukan identitas, integritas, serta ketang-guhan bangsa) (Mustafa Rejai,1991). Hal ini dapat dimaknai bahwa nasionalisme adalah sikap atau perilaku yang diwujudkan atau diaktualisasikan dalam bentuk tindakan untuk memelihara dan melestarikan identitas dan terus berjuang untuk memajukan bangsa dan negara, dengan membasmi setiap kendala yang menghalangi di jalan kemajuan.

Nasionalisme merupakan sebuah penemuan sosial yang paling menakjubkan dalam perjalanan sejarah manusia, paling tidak dalam seratus tahun terakhir. Tak ada satu pun ruang sosial di muka bumi yang lepas dari pengaruh ideologi ini. Tanpa nasionalisme, lajur sejarah manusia akan berbeda sama sekali. Berakhirnya perang dingin dan semakin merebaknya gagasan dan budaya globalisme (internasionalisme) pada dekade 1990-an hingga sekarang, khususnya dengan adanya teknologi komunikasi dan informasi yang berkembang dengan sangat akseleratif, tidak dengan serta-merta membawa lagu kematian bagi nasionalisme. Continue reading


STRATEGI PRESERVASI NASKAH KUNO, PENGALAMAN DIGITALISASI NASKAH KUNO DI PPIM UIN JAKARTA, DAN RENCANA DIGITALISASI NASKAH KUNO

Oleh. Erika[*]

Naskah Kuno

A. STRATEGI PRESERVASI NASKAH KUNO

Naskah adalah koleksi tulisan tangan yang belum dicetak atau diterbitkan (Jusuf, 1982 : 2). Sementara itu, ada banyak definisi mengenai naskah kuno, dua di antaranya yaitu:

  1. Manuskrip adalah dokumen dari berbagai macam jenis yang ditulis dengan tangan, tetapi lebih mengkhususkan kepada bentuk yang asli sebelum dicetak. Kata tersebut juga bisa berarti karangan, surat, dsb yang masih ditulis dengan tangan (Feather, 1997 : 289).
  2. Naskah Kuno atau Manuskrip adalah dokumen dalam bentuk apapun yang ditulis dengan tangan atau diketik yang belum dicetak atau dijadikan buku tercetak yang berumur 50 tahun lebih (UU Cagar Budaya No. 5 Tahun 1992, Bab I Pasal 2). Continue reading

Naskah Kuno dari Lontar

NASKAH DAN FILOLOGI

Kearifan lokal yang mengakar dalam suatu kebudayaan dapat dilacak kembali pada tinggalan budaya masa lalu kebudayaan tersebut. Aneka bentuk tinggalan budaya masa lalu tersebut salah satunya berbentuk naskah dan ilmu pengetahuan memungkinkan adanya kajian ilmiah terhadap naskah tersebut yakni dengan menggunakan ilmu filologi.

Menurut Baried, dkk (1994:2) kata filologi berasal dari bahasa Yunani philologia yang berupa gabungan kata dari philos yang berarti teman dan logos yang berati pembicaraan atau ilmu. Dalam perkembangannya, philologia kemudian diartikan sebagai senang kepada tulisan-tulisan yang bernilai tinggi seperti karya-karya sastra. Kata filologi, sebagai istilah yang digunakan untuk menyebut keahlian yang diperlukan dalam mengkaji peninggalan tulisan yang berasal dari beratus tahun yang lampau, dicetuskan pertama kali pada sekitar pada abad ke-3 SM oleh Eratosthenes, salah seorang ahli dari Iskandariyah. Continue reading


Contoh Naskah Kuno

Oleh : Fuad Munajat

Pendahuluan

Fenomena Islam di Indonesia merupakan suatu hal yang telah menarik perhatian para ahli terutama dari Barat untuk mengkajinya. Sudah sejak lama para Orientalis (para ahli ketimuran) mengamati fenomena tersebut dan dari tangan mereka lahir karya-karya yang tak terhitung jumlahnya. Aspek yang dikaji mereka pun sangat beragam meliputi hamper seluruh sisi kehidupan mulai dari bahasa, agama, sastra, sejarah dan lain sebagainya.

Salah satu sarana yang digunakan dalam menggali informasi tersebut adalah naskah-naskah kuna (dalam tulisan ini saya menggunakan kata-kata kuna dan lama dalam pengertian yang sama). Hal ini tidak mengherankan lantaran naskah-naskah tersebut memang menyimpan sejumlah informasi yang berkaitan dengan segala aspek kehidupan pada saat naskah tersebut ditulis.

Persoalan muncul ketika naskah-naskah lama dimaksud tidak bisa digunakan secara langsung akibat adanya perbedaan penggunaan idiom yang tidak lagi dikenal pada masa ini. Di samping itu sejumlah naskah terkadang sudah tidak dalam kondisi prima baik karena kerusakan tinta, kertas maupun sebab usia yang tidak mungkin dihindari. Continue reading