Tag Archive: Sastra



Click here to watch some videos on manuscripts digitizationBy. Muhammad Nida’ Fadlan

Islamic Manuscript Unit (ILMU) of the Center for the Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University (UIN) Jakarta in cooperation with Rumah Kitab Foundation and the Indonesian Ministry of Religious Affairs (MORA) organized the Digitalization and Catalogization of Nusantara Manuscripts training on February 21-22th, 2012 in PPIM UIN Jakarta. This is the second training conducted by ILMU PPIM after the first training in 2010.

The training was supported by the Indonesian Association for Nusantara Manuscripts (Masyarakat Pernaskahan Nusantara [Manassa]), a professional association focuses on Nusantara manuscripts. Manassa lent their digitalization equipments obtained from Leipzig Univerity, Germany to be used during the training.

Participants include fifteen manuscript owners from two oldest traditional pesantrens: Babakan Ciwaringin and Buntet in Cirebon, West Java. They obtained the knowledge and the skills to digitalize manuscripts under the guidance of Dr. Oman Fathurahman (the Coordinator of ILMU-PPIM), Lies Marcoes-Natsir, MA. (the Director of Rumah Kitab Foundation), and Munawar Holil, M.Hum. (Manassa). Continue reading

Advertisements

Manuskrip dan Kitab

Oleh. Dr. Oman Fathurahman[*]

“…It is works such as these that the Muslim elite wrote for themselves and each other. It is from a study of such works in their regional settings that a clearer and perhaps more worthy understanding of Islam in Southeast Asia may be won…” (Johns 1976: 55).

Mempertimbangkan perkembangan kajian-kajian Islam Nusantara, hingga kini ada bidang kajian yang sesungguhnya potensial dan menarik tetapi belum mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi kajian Islam (Islamic studies). Bidang tersebut adalah kajian Islam yang berbasiskan pada manuskrip-manuskrip Islam Nusantara. Continue reading


Katalog Naskah Tanoh Abee

Oleh: Dr. Oman Fathurahman[*]

Indonesia masa lalu, ketika itu masih disebut Nusantara, telah mewariskan khazanah manuskrip kitab keagamaan dalam jumlah besar. Hal yang sebetulnya membuat Indonesia patut disebut sebagai salah satu pusat keilmuan Islam dunia.

Sebut saja kitab tafsir Melayu pertama asal Aceh abad 17, Tarjuman al-mustafid karangan Abdurrauf al-Sinkili (1615-1693), atau kitab hadis Melayu pertama, al-Fawa’id al-bahiyah fi al-ahadith al-nabawiyah karangan Nuruddin al-Raniri (w. 1658), kitab masterpiece di bidang tasawuf, Siar al-salikin dan Hidayat al-salikin karangan Abdussmad al-Palimbani asal Palembang, dan masih banyak lagi kitab-kitab lokal penting lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia. Continue reading


Al-Qur’an Aksara Jawa Kuno

Museum Radya Pustaka Surakarta, Jawa Tengah menyimpan peninggalan benda-benda kuno milik Raja Keraton Surakarta. Bahkan, museum ini juga menyimpan koleksi karya sastra terjemahan Alquran dalam bentuk aksara Jawa lengkap dengan tutur bahasa Jawa.

Karya sastra yang diberi nama “Kuran Jawi” ini dibuat periode 1835 tahun alit. Lantaran lama tersimpan, maka kondisi kertas dari buku ini pun menguning kecokelatan. Saat ini buku dengan tebal kurang lebih 10 centimeter itu sudah banyak yang terlepas dari sampul jilidnya. Bahkan saat membuka lembaran buku pun harus hati-hati dengan bantuan petugas museum. Continue reading


Cepot Icon Sunda

Mencari sejarah sunda dengan dua perahu

SUDAH sejak tahun 1950-an orang Sunda gelisah dengan sejarahnya. Lebih-lebih generasi sekarang, mereka selalu mempertanyakan, betulkah sejarah Sunda seperti yang diceritakan orang-orang tua mereka? Katanya, kekuasaannya membentang sejak Kali Cipamali di timur terus ke barat pada daerah yang disebut sekarang Jawa Barat dengan Prabu Siliwangi sebagai salah seorang rajanya yang bijaksana. Betulkah? Sejarah Sunda memang tidak banyak berbicara dalam percaturan sejarah nasional.

“Yang diajarkan di sekolah, paling hanya tiga kalimat,” kata Dr Edi Sukardi Ekadjati, peneliti, sejarawan dan Kepala Museum Asia Afrika di Bandung. Isinya singkat saja hanya mengungkap tentang Kerajaan Sunda dengan Raja Sri Baduga di daerah yang sekarang disebut Jawa Barat, lalu runtuh. Continue reading