Tag Archive: Sosial



Naskah Klasik sebagai Manifestasi Kebudayaan (Foto: Republika)

Naskah Klasik sebagai Manifestasi Kebudayaan (Foto: Republika)

Oleh. Muhammad Nida’ Fadlan[1]

Sebagai seorang akademisi yang sangat memperhatikan aspek-aspek pengajaran dan pengembangan kebudayaan, E.K.M. Masinambow merupakan panutan bagi setiap orang yang ingin mengkaji ragam perkembangan ilmu pengetahuan budaya. Tulisan ini akan memberikan pemahaman terkait beberapa pemikiran Masinambow yang tertulis dalam artikel populernya yang berjudul Teori Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Budaya. Artikel tersebut merupakan pedoman bagi para akademisi maupun praktisi budaya untuk menjawab berbagai polemik atas realitas perkembangan budaya di masa kini. Continue reading

Advertisements

Slogan Menolak Kekerasan

Kekerasan terus menjadi bahasa intoleransi sejumlah organisasi massa Islam. Dengan klaim melawan ajaran sesat, mereka menghancurkan masjid dan properti milik minoritas Ahmadiyah. Atas nama mayoritas, mereka menutup pendirian gereja. Baru-baru ini, karena tak menyetujui orientasi seksual Irshad Manji, mereka membubarkan diskusi buku feminis muslim asal Kanada itu. Dan banyak lagi contoh lainnya.

Mereka menampilkan apa yang disebut oleh Ian Douglas Wilson (2008) sebagai “preman Islam”. Mereka menggunakan pemaksaan dan kekerasan dengan memanipulasi sentimen serta isu-isu Islam untuk kepentingan ekonomi dan politik mereka. Semestinya monopoli penggunaan kekerasan hanya milik negara. Sebab, negaralah yang, menurut konstitusi, punya wewenang menegakkan hukum dan keteraturan sosial. Continue reading


Sultan, Pahlawan dan Hakim karya Henri Chambert-Loir

Oleh. Muhammad Nida’ Fadlan

Satu lagi karya filologis yang menggambarkan keragaman khazanah manuskrip Nusantara. Tidak seperti karya filologis lainnya yang kebanyakan hanya mengkaji satu teks saja, buku yang ditulis oleh Henri Chambert-Loir ini mengkaji lima teks sekaligus dalam disiplin ilmu yang berbeda.

Pembahasan lima teks tersebut dibagi dalam lima bab, yaitu (1) Ruang Politik dalam Hikayat Hang Tuah, (2) Syair Sultan Fansuri, (3) Beberapa Aspek Peradilan Agama Islam di Kesultanan Pontianak Tahun 1880-an, (4) Tempayan Kalimantan Menurut Sebuah Teks Melayu Tahun 1839, dan (5) Melahap Teks: Piring-piring Inggris Berhiasan Sajak Melayu. Tidak seperti umumnya karya filologis Chambert-Loir yang mayoritas mengkaji teks-teks yang berlatarkan sastra, sejarah, dan budaya, dalam buku ini terdapat satu teks “minoritas” tentang ilmu hukum yang mampu menggambarkan berbagai fenomena sosial pada masanya. Continue reading


Slogan: Jujur itu Hebat

Slogan: Jujur itu Hebat

Zaman sekolah dulu, sering kali kita mendengar guyonan yang diangkat dari kejadian nyata tentang istilah Darmaji atau dahar lima ngaku hiji yang artinya makan lima tetapi ngakunya satu.  Continue reading


Illustrasi Bekerja Keras

Illustrasi Bekerja Keras

Ungkapan di atas seolah telah menjadi legalitas untuk mencari harta dengan cara-cara yang tak halal. Begitulah sebagian kenyataan yang terjadi di tengah masyarakat. Khususnya, dalam urusan mencari rezeki, hanya sedikit yang mau peduli dengan rambu-rambu syari’at.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan perilaku semacam ini sebagaimana tersebut dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

“Akan datang suatu masa pada umat manusia, mereka tidak lagi peduli dengan cara untuk mendapatkan harta, apakah melalui cara yang halal ataukah dengan cara yang haram”. [HR Bukhari]. Continue reading